Illuminance

Dua tenda dome di tengah sebuah ruang. Tak jauh dari sana, sebuah tengkorak manusia berukuran di atas manusia normal tergeletak dengan posisi miring menyerupai manusia tidur. Salah satu pahanya tak ada. Di bagian yang hilang itu tertulis: “An Offering.” Di bagian lain tulang tengkorak ada tulisan-tulisan “Dream,” “Phallic stage,” “Xyphoid,” “Repression,” “money power,” “Column,” dan sebagainya, tentu saja terserah sang penciptanya, Agus Suwage. Karya ini, An Offering to Ego, adalah koleksi pribadi Agus Suwage yang sedang dipamerkannya bersama dengan Filippo Sciascia di Langgeng Art Foundation, Yogyakarta, 29 Januari 2011 sampai dengan 11 Maret 2011.

 

Sementara Suwage mengeksplorasi tema “tanatos” (kematian), Sciacia lebih mendekati ‘judul’ pameran, “Illuminance.” Ia menghadirkan beberapa jenis karya dengan medium berbeda: karya lukis cat minyak di atas kanvas dengan efek retak-retak, seperti karakter khasnya yang beberapa kali ditampilkan, juga video semacam video art berjudul Lux Lumina (2010). Video ini menarik karena seperti menampilkan dilematika antara dalam dan luar, antara “insider,” dan “outsider,” antara yang “intim” dan “asing,” antara “mapan” dan “liar.” Penggambaran ini tampak dalam adegan manusia yang berelasi dengan rumahnya, teritorinya, disandingkan dengan seekor rusa yang berkelana di tengah ranting-ranting serupa tanduknya, berkeliaran di luar, sendiri, asing. Kemudian permainan cahaya di dalam video itu agaknya mampu menarik penonton untuk merenungkan makna cahaya di mata manusia.

 

Eksplorasi mengenai cahaya, mata manusia, dan persepsi ini juga tampak jelas pada Manifesto (2010) yang menampilkan semacam negatif-negatif film dengan media campuran. Di sana Filippo menggambar organ mata, penampangnya, pembiasan dan gelombang cahaya pada mata, dan semacamnya. Iluminasi memang berbicara segala sesuatu tentang cahaya. Filippo juga mengolah cahaya ini dalam bentuk asap di videonya. Asap, cahaya, putih.

 

Lebih jauh, selain cahaya, tema “rumah,” “konstruksi” buatan manusia ini ditampilkan juga dengan dua tenda dom di tengah ruangan. Dua karya itu diberi judul Domus Completus 2 (2010) dan Domus Incipit.

Menarik menyandingkan “cahaya” Filippo dengan “kematian” Suwage. Dengan beberapa medium pun Suwage menampilkan refleksi mengenai kematian, ketiadaan, atau “ada di tempat yang lain.” Dead Poet Society (2007) hadir di sini menemani setumpukan tengkorak berbahan grafit, Circle of Hope (2010). Hitam yang mengkontraskan “cahaya” Sciascia. Kemudian, tak jauh dari sana, ada beberapa deret kertas semacam studi “anatomi tulang” ala Suwage, berbahan campur, termasuk jus tembakau dan cat air. Tema atau refleksi mengenai “tanatos” dihadirkan Suwage melalui pengalaman atas cahaya, pengalaman atas kehidupan. Karena itu tampillah semacam “artefak” dan tulang belulang. Agaknya, di bawah tema Illuminasi ini, Suwage ingin menghadirkan apa yang ‘tidak hadir,’ sekaligus ‘sudah hadir’ dalam kehidupan ini, yaitu pengalaman tentang kematian.

 

About ziescious
i never told you what i do for living

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: