Ramadhan 1432 H vs. Hari Kemerdekaan RI ke-66

Di tengah bulan puasa yang kita sedang jalani kali ini, sebentar lagi kita pun akan merayakan hari kemerdekaan bangsa ini..

tapi pertanyaannya apakah kita mau untuk memperingati hari kemerdekaan di tengah bulan suci ramadhan ini..??

“Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang dilaksanakan oleh kaum muslim di seluruh dunia. Allah swt. telah mewajibkannya kepada kaum yang beriman, sebagaimana telah diwajibkan atas kaum sebelum Muhammad saw.”

Kutipan di atas saya ambil dari sebuah yang terpampang di berbagai media ketika memasuki bulan Ramadhan. Memang tidak ada salahnya kutipan di atas, kita sebagai kaum muslim memang sejak dahulu sudah di wajibkan berpuasa, sebagaimana yang telah di wajibkan pula atas kaum sebelum kita.

Namun tahun ini kita akan menjalani bersamaan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-66. Namun seperti tradisi bangsa kita sejak dahulu, kita selalu merayakan hari kemerdekaan bangsa ini dengan berbagai pelombaan. Dan biasanya seminggu atau dua minggu sebelum hari  kemerdekaan RI, di jalan-jalan sudah ramai bendera-bendera berkibar dari bendera merah putih sampai yang sudah gajebo warnanya turut meramaikan hari kemerdekaan bangsa ini. Tapi tahun ini, ketika saya pulang dari bogor, di perjalanan yang saya tempuh  dari Bogor  ke Jakarta saya tidak melihat adanya antusiasme bangsa ini untuk memperingati hari kemerdekaan RI, satu2nya yang saya lihat hanya bapak tua penjual bendera yang lesu karena sepi pembeli di bilangan Cililitan, Jakarta Timur.

Lalu apakah puasa menjadikan diri kita “malas” untuk merayakan hari kemerdekaan bangsa kita sendiri??

jawabannya ada di diri anda sendiri…

Apakah kita tidak mau memberikan sedikit tenaga kita untuk merayakan hari kemerdekaan RI..?? Bandingkan dengan para pejuang bangsa ini yang rela mengorbankan harta, tenaga bahkan nyawa mereka untuk mendapatkan kemerdekaan ini. Andaikan saat itu para pejuang bangsa ini enggan untuk mengorbankan harta, tenaga bahkan nyawa mereka?. Mungkin sampai saat ini kita belum merasakan kemerdekaan yang saat ini kita rasakan, dan tidak tertutup kemungkinan hari ini pun mungkin kita masih di jajah oleh para penjajah negeri ini..

Ada baiknya kita renungkan permasalahan ini..

Kalau memang meramaikan hari kemerdekaan dengan berbagai  di bulan Ramadhan kali ini dapat mengganggu ibadah puasa kita. Mengapa kita tidak merayakan hari kemerdekaan dengan cara lain, misalkan menyantuni anak yatim atau berbagai cara lainnya yang positive.

Mungkin ini semua bisa menjadi bahan pembelajaran untuk kita, khususnya anak-anak muda di zaman yang serba modern seperti saat ini. Jangan sampai keimanan kita goyah karena peryaan hari kemerdekaan, dan jangan sampai pula ke”nasionalisme”an kita luntur karena “malas” beraktivitas di bulan Ramadhan.

 

About ziescious
i never told you what i do for living

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: