Dialog Dini Hari

heeeiy guyz..!!
maap udah lama kaga ngepost..
soalnya sempet terlintas di otak gua yang semerawut ini buat mengakhiri hubungan gua dengan diary elektronik ini, tapi ada temen gua yang request supaya gua tetep nongolin artikel2 yang mungkin berguna buat kita…
tengkyu dah buat temen gua yang satu itu..

okeh..
kali ini gua mao ngebahas tentang sebuah band dari Bali yang sebulan ini udah bikin gua cinta mati sama lagu2nya..

Dialog Dini Hari

Apa yang biasanya paling diharapkan dari sebuah album side-project? Tentunya sisi (ideal?) lain yang belum pernah ditampilkan musisi itu sendiri di mata dan atau telinga para penggemarnya secara luas.

Pada akhir kuartal pertama di tahun 2008, para motor penggerak dua band besar asal Bali, Dadang SH Pranoto dari NAVICULA dan Ian Joshua Stevenson serta Mark Liepmann dari KAIMSASIKUN, duduk bersama. Menyepakati diri mengalirkan dialog bebas lepas tengah malam dan merangkumnya ke dalam musik dan notasi sederhana. Sembari sejenak menanggalkan emblem yang telah menahun melekat pada eksistensi Navicula yang sering dijuluki “neo-green-phsycedelic-grunge-core” dan Kaimsasikun dengan stempel “deep-psycho-brit-rock”-nya.

Leburan demi leburan blues, folk dan ballad ditakar oleh DIALOG DINI HARI sedemikian tepat sebagai degup melodi penghantar pesan ringan-cerdas-indah dalam warna vokal bariton yang merdu menyeruak dari dalam luka yang membekas. Sedangkan dominasi suara gitar aksutik dan semi-steel-dobro yang khas, plus selingan gesekan steel-slide yang kasar dan ekspresif berhasil membangun dinamika nuansa live yang sangat terjaga.

Ke empat belas nomor pada album bertajuk Beranda Taman Hati a.l: Renovasi Otak, Beranda Taman Hati, Bumiku Buruk Rupa, Sahabatku Jadi Hantu, Hati-Hati, dll. sebagian besar ditulis Dadang SH Pranoto selaku biduan/gitaris dan ditata Ian Joshua Stevenson (bas). Sedangkan sektor beat apik diracik oleh Mark Liepmann. Keseluruhan karya mereka yang mencitrakan kepekaan pada relita sosial dan fenomena alam ini juga mendapat seabreg sokongan dari sederet musisi kondang pulau dewata macam Ed Eddy Rsdvs (piano & organ), Windu Supersoda (pianika), Deny Surya Rokavatar (drum) pada lagu Oksigen dan biduanita bersuara emas Sari Nymphea. Tak ketinggalan pula, sentuhan nada dari Rio Sidik Saharadja.

 

Selain keterlibatan para musisi, kaum sineas muda Bali juga saling membahu menggarap tampilan videoklipnya. Yuda (Otak Seger Visual Communication) memilih single Pagi dengan merekam gambar-gambar indah-asri berlatar gunung dan danau Kintamani. Sedangkan Ridwan Rudianto (Di Ujung Ufuk) menggambarkan lagu Renovasi Otak dengan gaya simbolis-minimalis berpesan padat.

Di tangan Igo (produser muda kontroversial yang pernah ‘mengantar’ Ed Eddy & Residivis hingga terganjar 6 bulan penjara dengan masa percobaan setahun akibat lagu berjudul Anjing yang dianggap menghina institusi polisi) trio yang kini berformasikan Dadang SH Pranoto (vokal & gitar), Michael Brozio Orah (mantan The Hydrant) pada bas, dan Putu Deny Surya Wibawa (Rokavatar) di departemen drum; ini diproyeksikan untuk dapat terbit membawa pencerahan segar bagi insan penikmat musik dengan ajakan sederhana: Berdialog merenovasi otak dan fisik.

sumber : musikator.com

About ziescious
i never told you what i do for living

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: